Selasa, 04 Agustus 2015

LDR - Lebaran Dan Ramadhan "tahun ini dan tahun lalu"

Tahun Ini dan Tahun Lalu
By Devie Aryani


Terawih hari pertama seperti biasa! Mesjid sangat penuh sehingga aku pun terpaksa sholat di teras depan mesjid bersama mama karena kesiangan datang. Dari situ aku gak bisa lihat suasana di dalam mesjid. Disana hanya samar-samar pandangan biasa yang biasa terlihat di tahun-tahun sebelumnya. Ya hanya pemandangan saf-saf depan dipenuhi orang tua dan saf akhir di penuhi dengan anak-anak yang sering bolos terawih.
Seperti tahun-tahun ke belakang. Anak-anak SD dan di bawah umur banyak yang bolos terawih karena sibuk dengan bekal yang mereka bawa. Entah ini hanya di kampungku sajaatau bahkan di setiap kampung juga mempunyai tradisi yang sama. Setiap datang bulan ramadhan, saat waktu terawih tiba, anak-anak sibuk membeli makanan untuk bekal di bawa ke mesjid.
Tahun ini pada bulan ramadhan sangat istimewa tapi sayang tamu bulananku datang pada waktu yang tepat,karena datang pada wal bulan ramadhan.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada 10 hari malam awal terawih itu mesjid penuh,penuh dan penuh. Tapi fenomena yang tak aneh itu ada. Pada 10 hari pertengahan ramadhan mesjid itu sepi, hanya beberapa saf yang terisi oleh orang tua dan saf terakhir selalu dihiasi anak muda.
Kini, terawih hari ini anak-anak yang sering ribut sama makanannya itu ada di sampingku. Berada pada saf yang sama dengan arah kiblat yang sama.
Fenomena lain muncul. Aneh dan aneh. Yang biasanya anak-anak ini sibuk dengan bekal makanannya. Kini berubah, kini berbeda. Ternyata mereka sibuk dengan gadgetnya masing-masing. Anak SD dan anak dibawah umur sudah punya gadget yang mewah? Apa orang tua mereka tak salah?
Sesekali aku melirik di sela-sela terawihku. Terdengar beberapa kali nama laki-laki yang berbeda-beda mereka sebutkan.
Tak sengaja aku pun melihat sekilas apa yang mereka lihat pada gadget mereka. Miris ya. Ternyata mereka sibuk dengan media sosial yang banyak bertuliskan tulisan yang alay dan bahasa lebay.
Miris ya.... anak kecil saja sudah faham betul dengan gadget mewah,media sosial bahkan pacar-pacaran.
Mau jadi apa bangsa ini jika semua ini di biarkan? Mari membangun moral bangsa ini menjadi lebih baik lagi.


~terimakasih~

Selasa, 28 Juli 2015

Pesta Fiksi RedCarra - Perjalanan

Surga,untukku!
Aku terbangun dengan pusing di kepalaku. Wangi harum masuk perlahan di hidungku. Tak ada seorang pun disini. Hanya ruangan gelap. Seingatku,terakhir aku beranjak tidur. Tapi aku ingat persis dimana posisi barang-barang di kamarku dan ini bukan kamarku.
Wangi ini menginginkanku untuk mengikutinya. Aku perlahan bangkit dari posisiku dan mengikuti bau harum samar-samar. Langkah demi langkah membawaku pergi. Namun cahaya terang samar-samar aku lihat di ujung lorong,matahari terbit.
Cahaya itu semakin jelas dan semakin terlihat bahwa itu matahari. Aku yakin ini mimpi. Tuhan bangunkan aku.
Aku menutup mata,cahaya ini terlalu kuat. Aku memicingkan mata melihat sekeliling. Mengapa semuanya begitu ramah begitu bercahaya. Tolong satu orang jelaskan aku dimana?
“nakk kamu di surga..”
“Apakah aku meninggal semudah itu? Lalu mengapa aku masuk ketempat seindah ini? dan nenek siapa?”
“aku wanita yang pernah kau tolong saat menyebrang jalan. Walaupun saat itu aku tau kamu akan terlambat ke kampus. Selamat datang terimakasih”


Minggu, 19 Juli 2015

berbagi cerita Malam Takbiran

Lebaran 2015 bikin dompet tebel

Setelah satu bulan berpuasa kini hari kemenangan siap di sambut oleh semua umat muslim di indonesia bahkan di dunia. Seperti lebaran di tahun-tahun sebelumnya malam lebaran selalu di iringi dengan suara takbir yang menggema. Wah damai sekali malam ini dengan cuaca cerah dan gema takbir dimana mana.  Tapi sayang sekali pekerjaan ku sampai saat ini belum selesai,aku dan ibuku bekerja sebagai tukang jahit di kampungku. Tidak seperti kampung lain,sepertinya kampungku terlalu mengikuti gaya kota. Alhamdulillah tahun ini aku dan ibuku diberi rizky yang besar lewat orderan para masyarakat. Malam takbir ini pun aku lalui dengan bermesraan dengan mesin jahit kesayanganku.
Jujur ini pertama kalinya aku sesibuk ini selama lebaran,beberapa potong baju belum aku selesaikan. Sedangkan diluar  sudah banyak orang yang menjemput bajunya.
Dengan usaha dan kerja keras aku dan ibuku,alhamdulillah semua orderan terselesaikan tepat pukul 2 dinihari.

Lebaran tahun ini aku tak ikut kemesjid seperti biasa,tamu bulanan ku datang. Tapi tak papa aku masih menyelesaikan masakan khas lebaran pagi ini. sepulangnya sholat ied,alhamdulillah banyak orang kerumah. Ada apa ini? kabar gembiraa!! Alhamdulillah mereka semua membayarkan hasil kerja keras aku,beberapa lembar seratus tibuan ditangan. Alhamdulillah ya Allah lebaran tahun ini mendapat rizky yang berlimpah.

Jumat, 26 Juni 2015

Rumah Tua Dengan Sejuta Kenangan (last) - Devie Aryani

Kalimat nya terputus pada kata ‘dia’ . firasatku ini bukan suatu kejadian biasa, ini adalah sebuah misteri dimana ini akan melibatkan aku. Tak ada yang membantu! Aku harus menyelesaikannya sendiri.
“udah deh Nov.. jangan bahas dia plis”
“kenapa?”
Aku mulai menanyakan hal sebenarnya yang membuat Daffa tak ingin banyak membahas tentang wanita yang dulu di cintainya itu.
“Nov.. kamu tau aku dan dia dulu satu.. tolong jangan buat aku berfikir ulang untuk mencintaimu.. rasa terindah ini hanya untukmu.. kau tau? Aku tak ingin aku dan kamu menjauh karena semua ini Nov,, tolong jangan buat ku mengingat semua kenangan lalu yang sudah aku kubur dan biarkan ku gantikan dengan rencana indah bersama mu selamanya”
Rasa itu perlahan menyapa menyapa dan menyapa lagi.. lagi dan lagi semakin lama kurasa tubuhku melemas.
“aku tau tapi ini menyiks.. menyiksa a a aku Daf” perlahan suara ku berat dan aku pingsan,tubuhku lemah tak berdaya. Aku tak lagi ingat apa yang menimpaku saat itu.
Aku terbangun,kulihat sekeliling. Aku ada dimana? Semuanya gelap hanya sebuah kursi di depan ku, ada apa ini? dimana aku sekarang? Tolong seseorang jawab pertanyaanku! Aku takut!
“kamu tak usah takut ... aku Selly.. kamu sekarang ada di rumahku”
“dimana kamu? Kenapa kamu mengikutiku? Apa salahku?”
“tolong aku, tubuhku terjebak disini, tolong jauhi laki-laki itu, aku tak ingin ada yang terluka”
.....................
Semua gelap dan aku terbangun, oh itu semua hanya mimpi.
“Ag Agnes...”
“kau sudah sadar? Coba minum dulu biar tenang” dia menyodorkan aku air putih dan aku langsung meminumnya.
“aku mimpi tentang Selly nes,, dia minta tolong”
“maksud kamu apa? Kamu melihatnya? Kamu bertemu dengannya? Apa katanya?”
“dia hanya meminta tolong karena tubuh dia terjebak di ruangan itu, ruangan yang gelap dengan hanya ada kursi hitam di dalamnya,aku tak bisa melihat apa-apa lagi. Aku tak melihatnya, hanya saja aku mendengarnya. Dan dia berpesan aku untuk menjauhi laki-laki itu, siapa yang dia maksud?”
“Daffa,,, setelah bersama dia, Daffa hanya dekat denganmu, mungkin maksud Selly itu Daffa”
..............
Oke,keesokkan harinya aku berencana mengajak Agnes melihat kedalam rumah yang aku yakin ruangan itu berada dalam rumah tua itu,
“loe yakin nih kita masuk?”
“aku yakin,, Selly di dalam nes”
Entah mengapa aku yakin bahwa sosok Selly itu ada di dalam. Ya di dalam rumah ini. feeling yang aneh itu sangat kuat membawaku masuk kedalam.
Sekeliling aku lihat, mataku tertuju ke ujung sebuah ruangan dan kursi tua yang mirip dengan apa yang aku lihat dalam mimpiku ini.
Aku mendekati kursi itu.
“aaarrgghhh apa ini? Selly.. “
Tergambar beberapa kejadian menarik dengan seorang tokoh yang sangat aku kenal. Ya, dia Daffa. Oh tuhan apa yang Daffa lakukan? Dia seperti kesetanan dan dia membunuh pacarnya sendiri? Padahal aku melihat awalnya mereka baik-baik saja, bahkan sempurna bagi pasangan. Kenapa ini kenapa?
“Nov,, loe kenapa Nov,, nov sadar nov.”
Aku tak ingat lagi apa yang terjadi, bahkan kini aku sedang berada dalam tujuan mata-mata orang-orang di sekelilingku.
“loe udah bangun, loe kenapa?”
“Selly dibunuh Nes,”
“apa??”
“Selly di bunuh oleh seseorang yang mencintainya yang kini juga mencintaiku, Daffa”
“loe jangan ngaran deh Nov, gue tuh juga gak tau Selly mati kenapa, dan gue juga gak liat selly udah lama.”
“bukan loe yang bunuh dia Daff,, tapi arwah rumah itu, dia adalah kakak laki-laki Selly, loe gak baik, loe bukan laki-laki yang baik dan almarhum kakak nya tau dan awalnya dia mau bunuh loe, tapi karena selly menahan loe akhirnya selly yang loe bunuh, loe tau itu, dan loe simpen mayat selly dekat dengan barang-barang haram loe itu, di rumah loe.”
..........................
Dari sana, aku sering bertemu dengan sosok Selly yang sering menyapaku dikala aku sedih. Percaya gak percaya, gue terlatih punya feeling yang kuat. Dari sinilah gue bisa liat masa lalu orang yang gue pegang tangannya. Begitu juga Agnes J
Kini gak ada lagi Daffa di hidup kita, gak ada lagi pengacau yang mencoba membuat gue nyaman dan bahkan menjerumuskan gue.
Oke, Daffa! Dia sekarang di tangkap polisi dan di tahan dengan tuduhan pembunuhan dan peredaran narkoba. Ternyata dia yang menjerumuskan anak-anak sekolah kedalam narkoba, dia dulunya baik dan anti nyentuh barang kaya gitu. Tapi karena dia frustasi dengan berpisahnya orangtua mereka dan meninggalnya kakak perempuannya, dia lari ke barang haram itu.
Eittss aku tau bukan karna aku bisa baca Daffa loh,, ini sedikit bukti yang polisi dapat dari rumah nya.

Sekian J

Senin, 22 Juni 2015

Perkenalan Singkat Bersama Devie Aryani

haiiii blogger...
nama ku Devie Aryani, boleh panggil apa aja asal jangan Ari ya :D
aku lahir di ciamis pada tanggal ketiga di bulan masehi ke sembilan 18 tahun lalu (sekarang tahun 205 loh).
aku beralamat di ciamis,tepatnya di sukadana.
tahun ini aku masuk Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Ciamis, dengan masuk jalur pmbb program studi D3 Analis Kesehatan.
aku sangat ingin dan sangat bercita-cita untuk menjadi seorang penulis profesional, seperti idola ku dalam menulis adalah Raditya Dika, beliau juga yang memotivasi saya agar menjadi penulis hebat :)
hobby? wah macem-macem sih ya,mulai dari selfi (pasti), traveling, karaoke, wah banyak deh :)
aku paling gak suka sama tikus dan kucing, entah kenapa berasa takut aja kalo liat kucing.
paling gak suka makanan manis,kaya yang ada kecap-kecap gitu.
alamat Facebook aku 'Deviie Ariyani Part II'
akun twitter aku @DevieAryani_
kayaknya cukup deh ya :)
aku sudahi sajalah iseng-iseng aku ini,,
happy reading :)
Enjoy gaess...


Sabtu, 13 Juni 2015

Sekilas Kehidupan by Devie Aryani

Sekilas kehidupan
By
Devie Aryani
Entah apa yang ada di fikiranku saat itu, aku meletakan sepatuku dan aku menaiki besi pada tepi tangga itu, menundukan kepala dan menghela nafas..
Sreekkkk seseorang dengan kaki pincang  menarik tanganku sehingga ku terjatuh.
“kamu mau apa? Yakin mau ketemu tuhan tanpa bekal apa-apa?”
“ini kan hidup ku tau apa kamu”
“hidup di kota besar memang susah mbak, segala sesuatu butuh uang. Tapi mbak tau gak, wajah mbak yang cantik dan badan mbak yang bugar masih bisa merebut kebahagiaan dan pekerjaan yang layak, lihat saya.. saya hanya bisa mengamen dengan mata sebelah kanan tidak bisa melihat”
“oh tuhaann... masih ada orang yang lebih miris dariku.. bawalah sepatu saya,, jual dan kamu bisa mempunyai uang untuk berobat.. percayalah saya ikhlas.. terimakasih buat pengertiannya”
“tidak usah mbak... mengapa tak mbak pakai untuk mencari kerja lainnya”
“saya punya berbagai sepatu di kontrakan saya, dan ini hanya sebagian kecil yang saya miliki.. pakailah..”
“terimakasih ...”
Disana aku mengerti kehidupan di perkotaan tak selamanya bahagia, namun untuk mencapai kebahagiaan itu butuh tangga kerja keras dan kemauan yang kuat.
Ucapan pengamen itu benar,dengan mata yang buta,kaki yang pincang, tak ada satu pun pabrik yang menerima dia. Bukankah aku lebih sempurna? Dan aku harus lebih sukses!!


Rabu, 10 Juni 2015

GA novel Selalu ada campur tangan tuhan


Bagi yang sudah membaca kisah di balik novel ini, pasti makin penasaran pingin baca dan memilikinya. Apalagi buat yang nunggu gretongan yang memang saya janjikan akan diposting pada malam ini. Siap-siap baca syarat dan ketentuannya, ya? :)
2 buku gratis via FP :
  1. Posting foto cover buku ini beserta informasi jika ada GA ini (bisa copas keseluruhan informasi ini).
  2. Tandai 25 teman facebook.
  3. Beri alasan di tulisan paling akhir, kenapa kamu ingin memiliki buku ini.
  4. Memakai foto profil sampul buku ini.
  5. Menautkan link foto pada kolom komentar di FP https://www.facebook.com/anisa.ae.publishing (jangan lupa klik 'suka' di FP, ya?)

2 buku gratis via Blog :
  1. Posting foto cover buku ini beserta informasi jika ada GA ini (bisa copas keseluruhan informasi ini).
  2. Bagikan postingan ke teman (min 5 teman).
  3. Beri alasan di tulisan paling akhir, kenapa kamu ingin memiliki buku ini.
  4. Memasang banner foto profil sampul buku ini. (seperti di kolom samping kanan blog ini) 
     <a href="http://www.anisae.com/2015/05/novel-selalu-ada-campur-tangan-tuhan.html" target="_blank" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-wZuVFdabS34/VUtD7I9gJGI/AAAAAAAAFPc/HYEuQTEypiQ/s320/Selalu%2Bada%2Bcampur%2Btangan%2Btuhan_2%2Bcopy.jpg" width="220" /></a></div>
  5. Menautkan link postingan blog kamu pada kolom komentar di postingan ini. (Jangan lupa follow blog ini, ya?)
  6. Mau mengulas novel ini jika mendapatkannya.
Bisa ikut salah satu atau keduanya. GA sampai tanggal 10 Juni 2015 dan hadiah akan dikirimkan tanggal 15 Juni. Alasan yang paling menarik akan mendapatkan buku ini secara gratis. Gratis ongkir untuk wilayah Indonesia. 

Kisah di balik buku ini bisa dilihat di http://www.anisae.com/2015/05/kisah-di-balik-novel-selalu-ada-campur-tangan-tuhan.html 
Prolog di dalam buku bisa dilihat di http://www.anisae.com/2015/05/novel-selalu-ada-campur-tangan-tuhan.html
Jika ingin melihat tiap cuplikan episodenya, bisa dilihat di http://www.wattpad.com/story/38956547-selalu-ada-campur-tangan-tuhan 

Tertarik dengan bukunya? Buruan ikut GA-nya. Jika ribet ikut GA dan ingin beli langsung juga bisa, mumpung masih harga promo. 

SMS ke 085103414877 dengan format : Tuhan#Nama#Alamat#Jumlah Buku#No HP. 
Harga PO sampai tanggal 30 Mei adalah 30.000. Harga normal 40.000. Buku dikirim bersamaan pada 15 Juni 2015.
Jangan lupa tinggalkan komentar, follow blog, dan G+, ya? Kalo info ini bermanfaat buat kamu. Bisa juga follow twitter @anis_sa_ae dan FP Anisa AE biar dapat update info tiap hari ^^v


alasan buat ingin memiliki buku ini karena di dalam nya bercerita tentang kisah nyata dan banyak pelajaran yang akan lebih memotivasi saya. 

Minggu, 07 Juni 2015

Ku Mencintaimu dalam Diam - Devie Aryani

Surat Pagi Hari
aku terbangunkan matahari yang menyinari dibalik gorden putihku. Menguap dan berolahraga ringan. Melirik jam di dindingku. Mengikat rambut dan bercermin. Terlihat sepucuk surat beramplop biru.
“bangun dan sambut harimu kasih
jemput bahagia mu dan tebarkan senyum manismu
banyak orang yang menunggu mu
dan banyak bahagia menantimu diluaran sana
have a nice day honey”
‘tertanda orang yang mencintaimu’.
Disisi lain seseorang tersenyum dibalik pagar besi dan memegang sebuah bunga mawar merah.
“ku tunggu kamu selalu cintaku,meski aku tak bisa memilikimu tapi percayalah aku selalu ingin melihatmu bahagia walau bukan bersama ku”



Hari Tua Hari Bahagia nya seorang nenek - Devie Aryani

Hari Tua Hari Bahagia
by
Devie Aryani

Hari tua itu identik dengan masa dimana para orang tua yang sudah pensiun dari pekerjaan nya tapi harus tetap menyambung hidup. apalagi jika ekonomi keluarga mereka tidak sebaik orang mapan lainnya.
Hari tua itu juga identik dengan banyak penyakit yang menghampiri dan semakin lemahnya tubuh para orang tua, apalagi mereka yang masa muda nya tida berprilaku hidup sehat.
Hari tua yang akan kita lewati nanti adalah hari yang sebenarnya ingin menjadikan kita bahagia di akhir hidup kita menanti menutup usia.
Namun berbeda dengan hari tua yang dilewati banyak mereka di pelosok negri. Meski mereka bekeinginan sama, yaitu menanti akhir usia dan bahagia tanpa beban fikiran. Hari tua seorang nenek tua ini begitu menyedihkan.
Dan hari tua bagi seorang nenek dengan status janda ini tidak mengurangi rasa bahagia nya. Meski di usia tua nya dia kehilangan suami nya karena penyakit yang menimpanya. Tapi nenek tua ini cukup bahagia dengan selalu menebarkan senyum setiap harinya.
Hari tua hari bahagia nenek ini terus bekerja dengan membuka sebuah warung kecil di rumahnya yang sederhana. Banyak anak-anak dan orang-orang yang datang berbelanja tidak membuatnya merasa capek malahan itu bisa menghibur dirinya dan merasa hidupnya tidak sendiri.
Rumah nya yang sederhana dikelilingi oleh rumah anak-anaknya yang sudah menikah dan mempunyai anak. Meski ekonomi mereka bukan tergolong ekonomi kelas atas, tapi nenek tua ini merasa bahagia di hari tua nya karena bisa berkumpul bersama anak dan cucu-cucu nya.
Nenek ini sempat berkata di sela bahagia nya “hari tua nenek bahagia. Karena bahagia itu bukan banyak uang dan banyak harta,tapi bagi nenek bahagia di hari tua itu badan tetap sehat dan ditemani dengan anak dan cucu-cucu “

Semangat nenek ini sangat menginspirasi. Tetap semangat dan bahagia nek. 


kesan dalam novel 40 tahun tidak perlu makan itu adalah badan yang tetap bugar dan selalu jaga kesehatan penting bagi tubuh kita.

#CERMAT @penerbitmizan

Rumah Tua dengan Sejuta Kenangan #5 - Devie Aryani

Rumah Tua dengan Sejuta Kenangan
by
Devie Aryani

Berulang aku melewati rumah tua itu tidak terasa apa-apa dan bahkan semua berjalan baik sebagaimana mestinya. Tapi kenapa kemaren aku sampai pingsan karena rumah itu ya.
Aku perlahan mengerti dan aku faham kalo aku merasakan rasa aneh itu saat bersama Daffa. Tapi ketika jauh dari Daffa aku merasa biasa saja dan tak merasakan hal aneh apapun.
Kutemui Agnes kembali di taman komplek nya seperti kemaren. Dan aku mulai akrab dengan sikap dia yang cuek itu.
“ada apa lagi Nov?”
“gue mau tau tentang Selly sama loe,boleh kan?”
“selama itu bisa membantu loe gue bisa”
“anterin gue ke makam selly ya.. loe mau kan?”
“sorry ya nov,, gue juga gak tau. Sebenarnya Selly menghilang dan dinyatakan meninggal. Tapi sampai saat ini gak ada  yang tau Selly dimana”
“jadi maksud loe?”
“ya,, bisa jadi yang memang kini ngikutin loe itu Selly, mungkin dia pengen bilang sesuatu sama loe atau bahkan dia gak suka sama loe kalo loe deket-deket sama Daffa”
Terdiam terdiam dan terdiam.....
Aku mencoba menghindar dari Daffa dan sosok itu pun berhenti ngikutin aku dengan rasa aneh selama ini.
Malam ini Daffa datang kerumah dengan gaya yang biasa dan motor yang biasa dia pakai anter jemput aku selam ini.
“Nov...”
“iya Daff..”
“aku suka sama kamu.. rasa ini tumbuh saat aku pertama kali melihat mu dan kita bertemu di taman satu bulan lalu ini”
“tapi Daff.........”
“kenapa? Kamu ragu? Ada yang salah?”
“aku mau kamu cerita tentang Selly sama aku. Sekarang!”
“selly? Kamu tau dari mana? Gak nov enggak”
“plis Daff,, sosok itu ngikutin aku terus”
Daffa dan aku terdiam saling pandang, tak ada yang memulai percakapan. Aku dan Daffa terdiam dan rasa aneh itu mulai muncul perlahan.
“Daf...”
“oke Nov,,, Selly itu pacar aku sebelum kamu hadir di hidupku. Dia tinggal disamping rumahku. Aku dan Dia jatuh cinta saat dia baru pindah di kompleks ini. dia cantik, dia baik, dia ramah dan dia suka nulis juga. Mirip kaya kamu Nov. Dia orang nya sabar dan imajinasi nya tinggi. Aku suka sama dia. Aku sayang sama dia. Sebulan yang lalu dia pergi ninggalin aku selamanya”
“dia meninggal kenapa?”
“dia.........................”


~Bersambung~ 

Sabtu, 06 Juni 2015

Rumah Tua dengan SEjuta Kenangan #4 - Devie Aryani

Rumah Tua dengan Sejuta Kenangan
by
Devie Aryani

Siang ini ku habiskan di kamar dengan laptop yang terus menyala bersama mp3 yang aku putar. Sesekali ku tengok jam yang tak berhenti berdetak. Keisengan ku pada Daffa muncul, aku mencoba stalking akun facebook dan twitter dia. Lama lama lama aku stalking, dan aku ru tahu kalo Daffa pernah berpacaran dengan Agnes. Ya! Agnes adalah teman seangkatan kita yang berbeda kelas dengan aku dan Daffa, ‘agnes itu kan cantik... tapi ko mereka hanya pacaran 2 bulan ya..’ stalking ku terus berjalan hingga akhirnya aku tahu dia berpisah dengan agnes 6 bulan lalu. tapi tweet dia menyatakan jika sampai pada bulan lalu dia masih bersama seorang wanita yang nama akun nya ‘SellyNDaf’
saat itu juga aku kepikiran agnes buat nanya tentang Daffa, aku hubungin dia dan kami sepakat untuk bertemu di suatu tempat depan komplek ku. Karena tidak terlalu jauh aku memutuskan untuk jalan kaki saja, mumpung udara sore ini sejuk dan aku sekalian jalan-jalan.
Saat melangkah kaki ini terpaku dan fikiran tertuju pada rumah tua itu, yahh aku harus melewati itu untuk sampai di tempat yang aku tuju. Perlahan aku melangkah di depan rumah itu, ku pandangin inci demi inci halaman rumah itu. Datar! Flat! Tak terasa apa-apa! Tak terdengar apa-apa!
Aku bergegas meninggalkan rumah tua itu, rasa yang kemarin-kemarin aku rasakan kini hilang. Padahal ketakutan ku kemarin sering terjadi. Dan sekarang semua berbalik ketika pertama kali aku melewati jalan depan rumah yang aku takuti itu. Why? Ada apa sebenarnya dengan aku dan Rumah itu?
30 menit berjalan dengan bingung,aku sampai di tempat aku berjanji dengan Agnes. Kulihat sekeliling taman hijau itu dan di ujung kiri ku terlihat Agnes dengan baju merah dan rok hitam diatas lutut dipadukan dengan sepatu cat dan rambut pirang gaya kriting gantung itu duduk manis dengan handphone di tangannya.
“haii...nunggu lama ya nes?”
“eh elo.. gak ko,gue sering kesini jadi gak bete bete amat“
“sory deh ya kalo lama,gue kan jalan kaki”
“tumben loe.. Daffa nya mana?”
“justru itu yang mau tanyain sama elo”
“gue? What? Ada apa?”
“loe mantan Daffa kan?”
“hahaha bukan Nov bukan.. lagian gue gak tau apa-apa soal Daffa”
“udah deh.. gue tau loe mantan Daffa dan loe pasti tau soal rumah tua disamping rumah Daffa itu kan? Apalagi loe dulu sering maen ke rumah Daffa. Pasti loe tau banget semua pertanyaan yang ada di fikiran gue ini kan?”
Agnes terdiam memandangi ku dalam, dia tersenyum lebar.
“loe stalking akun Daffa sama akun gue yaa? Hahaha kepo deh loe”
“plis deh Nes, bantu gue ya!”
Tertawa Agnes yang anggun tapi sedikit mirip cowo ini berhenti. Dia batuk dan memalingkan wajahnya kemudian berdiri dan berjalan beberapa langkah di depan gue.
“Gue dulu sering banget ke rumah Daffa, gue deket banget sama bokap nyokap nya. Daffa itu orangnya baik,dia cerdas,dia keren,dan dia sopan. Gue sering maen ke rumah dia karena dulu gue adalah cewe pertama yang Daffa ajak pacaran setelah sekian banyak cewe yang deketin Daffa. Tapi perjalanan cinta gue berakhir karena ada cewe yang cinta sama Daffa lebih dari gue.”
“siapa Nes?”
“gue belom selesai cerita...!!! Rumah disamping rumah Daffa itu adalah rumah Selly, dia sahabat baik gue sejak SMP. Selly seorang yang hobby nulis dan di post ke blog kaya loe. Dia cewe yang sangat cantik,dan gue relain Daffa buat dia Nov.”
“maksud loe?”
“Daffa dan Selly jatuh cinta karena mereka sering bertemu dan Daffa banyak berubah dengan Selly,gue rela relain mereka jadian. Sampai pada Selly meninggal satu bulan lalu.”
“meninggal?”
“yaa.. gue juga gak tau dia kenapa. Tapi Daffa terpuruk dan bahkan orang tuanya pergi karena keperluan pekerjaan. Sejak Selly meninggal Daffa dikabarkan banyak deket sama cewe,pokoknya Daffa sekarang berbeda dengan Daffa yang dulu.”
Aku dan Agnes terdiam. Dan rasa itu kembali menyapaku,dingin dan angin yang datang menyapa membuat aku semakin takut.
“selly...sorry...Nova ini temen gue, dia baik, dia seperti loe sell,biarin gue terus sama dia”
Aku terdiam melihat Agnes menongak ke atas dan berkata pada angin dingin yang menyapa. Kenapa ini? Ada apa? Apakah Selly ada disini? Oh Tuhan...


~bersambung~

Jumat, 05 Juni 2015

Rumah Tua dengan Sejuta Kenangan #3 - Devie Aryani

Rumah Tua dengan Sejuta Kenangan
part 3

Sejak masuk SMA aku mulai suka menulis cerpen dan novel, sudah banyak juga cerpen yang aku post di dunia maya. Hobby ku yang menulis fiksi dengan latar menyeramkan atau horror ini membuat ku ingin menulis tentang sebuah rumah tua di komplek ku itu. Namun aku sangat ingin menulis kisah nyata dan keadaan nyata dari rumah tua yang kumuh itu. Berulang kali aku membuka laptop masuk microsoft word kemudian menulis dan hapus, menulis dan hapus. Berulang kali terjadi hingga suara dering telpon masuk.
“hallo Daf”
“malam Nova..belum tidur kamu?”
“belum daf,, masih main laptop”
“cepet tidur gih,besok kan sekolah”
“Daf.. aku kepikiran rumah tua samping rumahmu”
“hahh,, maksud kamu?”
“besok antar aku ke rumah itu ya,besok malam”
“gila kamu Nov,besok malam jumat -_-“
“yaudah,aku sendiri”
Ide gila itu muncul dan terus menghantui fikiran ku.
Tokkk...
suara batu mengetuk kaca jendela ku,siapa yang malam-malam gini melempar batu, aku mendekati dan membuka jendela ku. Kulihat sekeliling tak ada satupun orang disana. Aneh mulai ku temui,aneh oh aneh. Padahal disini tak ada anak kecil yang berkeliaran seperti di rumah ku dulu.
......................
Keesokan harinya,aku pulang sekolah dengan dianter Daffa, rasa aneh itu muncul saat masuk komplek dan makin menjadi saat melewati rumah tua itu. Sampai aku ke rumah dan berpisah dengan Daffa baru rasa itu perlahan hilang.
Malam ini aku menunggu Daffa di taman pertama kali kita bertemu. Tak lama Daffa datang dengan gaya nya yang sangat macho dan bikin jatuh cinta deh, oh my god! Misi ku masuk rumah tua itu dan bukan kencan!!
Perlahan Daffa datang dan rasa aneh itu kembali hadir, aku merasa di taman ini bukan hanya ada aku dan Daffa, aku merasa ada yang mengawasi kita. Aku melirik ke sekeliling tak ada satu pun orang disini. Udara yang semakin dingin membuat keberanianku menyusut.
Tanpa basa basi aku menarik tangan Daffa berjalan cepat ke depan rumah tua itu, aku menyalakan senter dan mulai berjalan. Aku berpegang tangan erat pada Daffa, karena jujur meski punya hobby menulis dan menonton film horror, disaat kaya gini itu aku gak begitu berani. Tetap aja takut,deg-degan,campur aduk,wah gila deh.
Perlahan aku tiba di pintu pertama rumah itu yang sedikit terbuka, tanganku perlahan dingin dan tak kurasa apa-apa,aku ingat sesuatu menepuk pundak ku dan rasa aneh itu semakin menjadi .
Bruukkkkkkkkk................
Aku perlahan membuka mata dan aku sudah berada di kamar ku dengan keadaan berbaring. Oh tuhan aku kenapa?
“kamu udah sadar?”
“daffa...”
Daffa datang memakai seragam sekolah yang rapi membawa segelas susu dan kentang goreng di nampan nya. Tapi rasa itu, rasa aneh itu kembali hadir. Setiap aku bersama Daffa rasa aneh itu muncul dan menghantui ku. Kenapa ini?
“semalem kamu pingsan,gak tau deh kamu liat apa”
“aku pingsan?”
“iyaa,, kayaknya memang rumah itu tak suka denganmu”
“ko gitu sih...”
“ya karna kamu cewe nov”
“maksud kamu daf?”
“eh enggak,, aku berangkat dulu aja deh ya.. kamu nanti aku izinin”
Daffa pergi dan rasa aneh itu pun mulai menghilang. Perkataan daffa berlari di fikiranku saat ini. Rumah itu tak suka denganku karna aku cewe? Maksudnya apa?
Daffa tau sesuatu tentang rumah itu. Aku yakin!!!

~bersambung~


Sebenernya apa hubungan daffa dengan rumah tua itu? Nantikaannn!!!


Kamis, 04 Juni 2015

Rumah Tua dengan Sejuta Kenangan #2 - Devie Aryani

Rumah Tua dengan Sejuta Kenangan Part 2

Aku berlari di koridor sekolah dengan tergesa-gesa karena aku terlambat masuk kelas pada hari pertama dan ini amat sangat memalukan. Sifat malas aku membuatku terlambat bangun dan akibatnya terlambat pergi ke sekolah. SMA Negeri 2 Harapan ini menjadi sekolah baru ku setelah pindah di kota bandung ini. Aku langsung mencari kelas bertuliskan XII IPA 2 dan akhirnya aku menemukan kelas itu di ujung koridor di depan lapangan basket. Aku pun masuk dan aku langsung di persilahkan memperkenalkan diri kepada semua kawan baru ku. Aku pun segera mengenalkan diri ku dan tatapan ku menangkap tatapan seorang cowo yang tak asing lagi. Dafa!! Ya dia dafa laki-laki yang aku temui kemarin sore. Hatiku seakan bersorak bahagia melihat kenyataan ini. Setelah selesai memperkenalkan diri aku di suruh duduk di bangku kosong baris ke tiga dan bersbelahan dengan bangku dafa. Aku berjalan dengan santai dengan memperlihatkan senyum ramah pada semua teman baru ku ini.

Teeetttttttttt
Bel pulang berdering dan keadaan ku membaik dengan semua teman yang bersikap ramah di sekelilingku. Aku keluar kelas dengan di ikuti semua teman kelasku. Aku berdiri di dekat pintu dengan muka bingung.
“nov,, “
“eh Daffa...”
“pulang bareng yuk”
“eh gak usah daf,, aku pulang sendiri aja”
“rumah kita searah kan,, walaupun cuman naik motor butut gini,insyallah selamat ko”
“haha kamu,, iya deh iya”
Aku mengangguk dan mulai berjalan di samping Daffa.
Motor merah yang gak bagus-bagus amat itu aku naiki,, beberapa menit tanpa suara. Sampai pada sebuah rumah tua di samping rumah Daffa itu.
“rumah ini .......” gumam ku
“serem ya Nov..”
“hah,, iya Daff,, udah kotor,gelap lagi.. horror banget ya Daff.. kamu gak takut?”
“kalo aku takut,aku udah pindah dari dulu Nov.. haha”
Sekitar beberapa meter menuju rumahku,setelah melewati jalan depan rumah tua besar itu aku merasa seperti ada yang mengikuti ku. Entah apa akupun tak tau,yang pasti beberapa kali aku menoleh kebelakang tak ada apa-apa. Apa mungkin perasaanku saja? Apakah aku terlalu takut dengan rumah itu?


~bersambung~ 

ada apa dengan Rumah Tua itu?? nantikan cerita selanjutnya :)


Rabu, 03 Juni 2015

Rumah Tua dengan sejuta kenangan #1 - Devie Aryani

Hampir 2 jam aku duduk dalam mobil avanza silver papah dengan diikuti oleh 1 truk yang membawa semua barang-barang aku dan keluarga aku. Ya setelah kakak menikah dan papah dialih tugaskan ke sebuah kota terpencil yang jauh dari kota metropolitan kami terpaksa mengikuti papah dan pindah rumah di sebuah kota kecil di bandung ini.
Nama aku Nova Amalia, panggilan akrab di rumah sih nonov terserah deh kalian mau panggil apa. Aku anak kedua mamah dan papah aku. Mamah aku seorang penulis yang cukup terkenal dan papah seorang pekerja perusahaan industri yang sering dialih tugaskan seperti sekarang ini. Kakak aku Andhika Ramadian sekarang sudah bahagia bersama keluarga kecil yang dibina nya 1 tahun lalu.
Tak lama setelah sampai pada sebuah rumah yang lumayan besar dan nyaman,dengan taman yang cukup luas ini aku berpamitan kepada mamah dan papah untuk berkeliling melihat suasana lingkungan rumah yang akan ku tinggali mungkin selamanya.
Sejak menyusuri jalan gang di komplek rumah ini tak satu pun orang yang aku temui, dan pandanganku tertuju pada sebuah taman sepi di samping sebuah bangunan tua yang terlihat tak terurus. Entah apa yang membuatku menghampiri taman tersebut dan sepasang ayunan menarik ku untuk mendekatinya dan bermain di sana. Aku pun menduduki ayunan itu dan coba mengayunkan nya dengan pelan di iringi hembusan angin sore yang sejuk. Aku memejamkan mata menikmati suasana baru yang tak aku temui di kota tempat tinggalku dahulu hingga sampai suara laki-laki menyadarkan lamunan indahku.
“haii....”
“(membuka mata) oh haii (melihat sekeliling) ...”
“kenapa? Kaget ya?”
Siapa seseorang di depan ku ini, seseorang yang membuatku memandanginya tanpa lelah. Dengan menggunakan sepatu cat berwarna cokelat,jeans coklat dan baju hitam yang ditutupi sweater coklat serta memiliki rambut model gaya eza gionino ini. Siapa dia? Membuatku bertanya apakah ini manusia atau malaikat?
“heyy... are you okay?”
“ohh ya,i’m oke
J kamu siapa ya?”
“aku dafa,rumah kamu di ujung komplek ini ya?”
“oh nama ku nova,iya dan aku pindahan...kamu udah lama di depan aku?”
“sejak kamu datang ke taman ini aku udah disini,tepatnya aku duduk di bawah pohon itu (menunjuk pada sebuah kursi panjang dibawah pohon)”
“ohh ya aku gak sadar... maaf ya”
“iya gapapa, enjoy ya! Aku pergi dulu...”

Mataku mengikuti arah kepergian dafa tanpa kata, pertemuan yang singkat ini membuatku menyukainya. Siapakah dia? Dimanakah rumahnya? Dan ini yang menghantui fikiranku saat ini.

~bersambung~



Senin, 01 Juni 2015

masalah Thalassaemia

Thalassaemia....

Aku seorang penderita Thalassaemia. Kini aku berumur 18 tahun. Aku seorang perempuan. Aku divonis Thalassaemia saat aku berusia 7 tahun. Ya! Tepat 11 tahun lalu. di ciamis sendiri sudah ada 160 penderita Thalassaemia. Belom lagi di kota lain yang aku yakin pasti banyak penderita Thalassaemia.  Bagi kalian penderita Thalassaemia pasti banyak mengalami kesulitan di hidup kalian kan? So , ini juga yang akan aku share pada kalian.
Penderita thalassaemia atau bukan penderita sebaiknya tahu.

Lemah. Letih. Lesu. Lunglai.
pasti ini sudah menjadi teman kita sehari-hari. Meski gak di pungkiri semunya pasti ada saat badan kami drop. Banyak yang sering putus asa saat mengalami masa ini. Apalagi saat udah drop dan mau tranfusi itu pmi kosong. Salah satu cara yang aku lakuin saat kaya gini itu adalah “enjoy”. Selain enjoy ngadepin masalah yang ada, kita juga harus sabar. Karena gak sabar bikin kita jadi susah buat ikhlas dan bakalan jadi beban di hati dan fikiran kita.

Badan yang berbeda dengan yang lain.
seorang penderita thalassaemia cenderung memiliki tubuh yang kecil karena darah merah yang terus berkurang sehinggu pertumbuhan tidak stabil dan ini sering kali menjadi ejekan teman-teman sebaya kami yang normal. Meski badan kita berbeda tapi otak kita sama kan gaissss... Bikin karya dan kita bakal dilihat penting!!

Sensitif
beberapa penderita thalassaemia mungkin mengalami sifat seperti ku. Ya! Sensitif. Kadang ocehan yang mungkin menyinggung perasaan kami bisa membuat kami down dan bahkan bisa sampai sakit hati. Seperti pengalaman ku dahulu,saat komentar teman lain nya yang membuat sakit hati dan aku sering meneteskan air mata karena komentar yang kurang pantas. Tapi inilah yang membuat ku belajar,banyak menulis banyak membaca buku dan menonton komedi. Dan aku sekarang menjadi seorang yang selalu bercanda, meski komentar orang lain yang serius itu menyakiti hati aku menjadi strong dan menganggapnya hanya bercanda.

Sulit mengungkapkan perasaan pada lawan jenis.
ini banyak dialamin oleh wanita,sepertiku. Ya! Aku akui sangat sulit memberitahu mereka yang mendampingi kita bahwa kita mempunyai kelainan dan berbeda dengan banyak wanita normal lainnya. Seperti pengalamanku dulu, awal hubungan yang sangat baik membuatku yakin ini tak akan menjadi penghalang bagi hubungan ku dengannya. Tapi saat aku memberitahukan nya dengan harapan hubungan ini tak terjadi apa-apa, dia meninggalkanku setelah tahu aku yang sebenarnya. Miris ya? Miris !! tapi ternyata,dari sanalah aku bisa memilih dan membedakan laki-laki yang mencintaiku tulus dan yang hanya mencintaiku dengan modus. Enjoy menjalani cinta gaiisss...
untuk kamu kamu kamu yang mempunyai masalah yang sama, menurutku kasih tau aja mereka apa-adanya, kalo dia mencintai dirimu dia pasti bakal menerima nya. Kalo dia pergi, ya lupakan, dia bukan jodohmu!
suatu saat nanti pasti akan ada sosok yang mendampingi kita dan senantiasa selalu berkata “yuk ceh Hb,,nanti aku temenin tranfusi sampai selesai”. Kalo yang udah ada sosok yang bicara kaya gitu ya PERTAHANIN!!!

Sosialisasi pada masyarakat
Pasti banyak yang malu,gengsi,takut, tau apalah apalah alasan untuk bersosialisasi pada masyarakat. Mulai dari sekarang hapus deh yang kaya gitu. Terutama bagi kamu kamu kamu yang kuliah dan kerja! Sosialisasi dan bergaul pada masyarakat itu perlu loh. Apalagi untuk kelangsungan aktivitas kita yang numpuk.

Jangan bicara ‘Gak Normal’ pada diri kita sendiri. Bicaralah ‘Gue Normal’ pada setiap hembus nafas kita. Dan pada dasarnya kita normal ko,kita sama seperti banyak orang lainnya. Kita makan nasi,kita bernafas,kita minum,kita tidur,kita bekerja. Namun memang kita punya satu hari istimewa untuk tranfusi.

Thalassaemia itu bukan berarti kita gak sukses loh...

Fighting................. J J J J :* 

Minggu, 31 Mei 2015

Menulis Random 1 Juni 2015

Menulis setiap hari??
Apakah saya bisa? Tapi saya ingin ikut? Bagaimana kalau saya tidak bisa? Saya belum punya pengalaman banyak!!

Pertanyaan-pertanyaan itu yang menghantui fikiran ku saat melihat postingan #menulisrandom2015 . tapi perlahan saya banyak membaca buku dan melihat postingan-postingan teman seperjuangan lainnya, saya sudah mulai bisa menjawab pertanyaan diri saya sendiri dengan kata ‘mencoba’
Meski banyak teman-teman  di sekeliling saya tidak mendukung saya untuk menjadi seorang penulis tapi entah mengapa keinginan untuk menulis itu tidak bisa lepas dari fikiran saya hingga sampai pada saat ini.

1 Juni 2015 adalah awal dari pembelajaran menulisku yang rutin. Bersama @Nulisbuku dengan hastag #NulisRandom2015 membuat fikiran ku terbuka dan aku harus menyelesaikan misi ini hingga 30 Juni nanti. Meski entah apa yang akan aku tulis nanti nya tapi aku tetap ingin menulis.
Semoga di tengah perjalanan nanti tak satu hari pun aku lewatkan, mari menulis dan tuangkan imajinasimu di dalam sebuah kertas putih kosong. Dan temukan pengalaman baru dengan pelajaran yang bisa kita dapat setiap hari nya.

Mari Menulis...
Fighting :D :D

Go go go Semangaaattttt!!!!!

#NulisRandom2015

Selasa, 12 Mei 2015

teater sunda "kabogoh pibojoeun"

Kabogoh Picarogeeun

Kacaritakeun dina hiji desa, aya hiji kulawarga anu basajan. Sakabeh tina anggota kulawarga eta nyaeta mung lima urang istri. Enok, anak cikal Umi Mumun tos pernah nikah tapi dicerekeun kusabab krisis ekonomi dina kulawargana. Enuy keuheul dina kajadian anu nimpa tetehna. Hiji deui anu bungsu boga rupa nu geulis,budak Smp keneh geus boga kabogoh.
Dina hiji mangsa....
Enuy            :     “Mi, kunaonnya hirup urang teh nalangsa-nalangsa teuing?”
Umi              :     “Nya tos takdirna meureun nuy. Tapi sanajan urang jalma teu boga, urang tong ngahajakeun mementa ka batur. Kedah ngabogaan harga diri”
Nini              :     “Matakna neangan pibojoeun teh nu beunghar, supaya bisa ngarubah kahirupan urang!”
Enok             :     “Tapi nu utamana oge, Enuy kudu cinta kudu bogoh ka jalmina jeung jalmi eta oge cinta bogoh ka Enuy.”
Entin             :tah bener pisan teh,nu utama namah kudu cinta. (Entin asup ngarewaskeun kabehan)
Nini              :     “Halah naon si cinta? Siga nu enya wae ngomong cinta. Enok ge miheulakeun cinta tapi tungtungna? Keukeuh we sangsara. Malah dicerekeun ku salaki pan ayeunamah!”
Enok             :eh ari nini, enok mah beda caritana atuh ni.
Entin             : Entin da anu tara di nyenyeri lalaki mah nya nin?
Nini              : ah naon atuh maneh Entin,budak keneh tong waka bobogohan..
Umi              :     “Atos atuh, Nin. Kunaon jadi ngaleret ka dinya ieu teh?”
Nini              :     “Ieu yeuh, budak maneh,si Enuy teh geus gede tapi can kawin. Boga kabogoh ge hanteu. Daek budak  jadi parawan kolot?”
Enuy            :     “Amit-amit atuh Nin tong dugi ka kitu. Muhun-muhun. Engke Nuy milarian kabogoh lah. Picarogeun sakalian.”
Enok             ;     “Ah Enok ge bade ngabantosan kanggo milarian pibojoeun ah kanggo Enuy.”
Nini              :     “Kade tong nu kere siga urut salaki maneh Nok.”
Umi              :     “Engke Umi ge bade milarian ah kanggo pibojoeun Enuy,nya Nuy.”
Entin             :  ah babaturan entin mah barudak keneh tuda, ica mah moal mantuan teteh milarian jodoh ah..
Enuy            :     “Haduh janten ngarepotkeun ieu teh.ieu si Entin deui pipilueun”
Entin             : kieu kieu ge Entin teh nyaah ka teteh hambih teteh tereh nikah tereh boga salaki siga batur.

Enjingna, waktos Enuy nuju icalan gorengan sareng tetehna, Enok, aya hiji pameget anu ngancik dina hatena. Sateuacanna...
Entin             : tiiseun pisan dagang gorengan teh atuh ieu teh nya teteh
Enok             :syukuri we Tin,isukan ge arurang bakal sukses.
Enuy             :si Entin mah loba omong tuda
Ray               :     “Gorengan..gorengan..”
Enok             :     (teu ngadangu)
Entin             :teteh itu aya nu bade meser sugan
Enuy            :     “Teteh itu aya nu bade meser gorengan.”
Enok             :     “Oh muhun-muhun.”
Ray               :     “Bala-bala sabarahaan?”
Enok             :     “Sarebuan kang.”
Ray               :     “Meser sapuluh atuh teh.”
Entin             : alhamdulillah aya oge rezeki... mangga sok kang
Enok             :     (ujug-ujug hapena disada)
Enok             :     “Nuy, teteh bade nampi telpon heula. Panglayanankeun atuh.”
Enuy            :     (ngalamun/ teu ngajawab)
Enok            :     “Nuy, nuy, ENUY!”
Entin             :teh enuy... tong ngalamun
Enuy            :     “Oh muhun-muhun teh.”
Enok             :     “Ey ari maneh. Ieuh, teteh bade nampi telpon heula. Ieu panglayanankeun heula ku Enuy.”
Enuy            :     “Muhun, teh”
Enuy            :     “Sakumaha kang?”
Ray               :     “Sapuluh we, teh.”
Enuy            :     “Ah mani teteh nyebat teh. Ieu, Kang.”(Imut teu puguh ka Raymond)
Ray               :     “Muhun atuh. ENENG.” (ngabales imut Enuy)

Poe ka poe,  unggal sonten, Raymond sok ngajak Enuy ka kebon enteh caket bumina. Malah mah aranjeunna tos bobogohan ayeuna. Rina aheng ningal adina nu unggal sonten kaluar bumi jeung mung alesan bade ameng.
Enok             :     “Ari Enuy unggal sonten sok ameng kamana?”
Entin             :enya ih si teteh ayena mah sok ulin wae,kamana teteh?
Enuy            :     “Ka kebon enteh.”
Enok             :     “Sareng saha?”
Entin             :sareng kabogohnya meren teh,deudeuh teteh boga kabogoh..
Enuy            :     “naon atuh Entin,budak keneh nguruskeun kabogoh .. Sareng Kang Ujang teh.”
Enok             :     “Kang ujang mana ieu teh?”
Enuy            :     “Kang ujang anu basa eta meser bala-bala sapuluh.”
Entin             :anu mana nya teh?
Enok             :     “Seueur atuh nu meser bala-bala sapuluh teh.”
Enuy            :     “Itu nu kasep, nu basa eta Nuy ngalamun teu puguh dipayuneunnana.”
Enok             :     “Oh emut.emut. Ari Enuy teh bogoh ka Ujang?”
Enuy            :     “Tos bobogohan meureun, Teh.”
Enok             :     “Wah? Nya tos ue, teteh teu kedah milarian pibojoeun kanggo Enuy ari Enuy tos kenging mah.”
Enuy            :     “Nya muhun atuh Teh.”

Dina hiji wanci, Nini Bahri ngadatangan H.Sobar, juragan angkot di kampungna. Maksadna mah bade ngajodokeun incuna sareng putra H.Sobar. Sabab H.Sobar oge ngagaduhan putra kaluaran ti Universitas kawentar di luar negeri.
Nini              : assalamualaikum
Abah             :waalaikumsalam
Nini                    :  “Kumaha kabarna, Pak Haji?”
Abah                  :  “Alhamdulillah. Lebet Nin.”
Nini              : hatur nuhun pak haji
Abah             : buu ambuu,,enggal kadieu nyandak cai aya Nini Bahri.
Ambu           : uhun abah...
Abah             : neng atos hla amengna neng,enggal kadieu salim ka Nini
Eneng           : ih baruk aya nini (buru-buru salim ka nini bahri)
Nini              : eh eneng tos ageung ayena mah,, aa aya di dieu neng?
Eneng           : aya nin,, duka nuju kamana ayena mah
                     Asup ambu isitrina abah mawa cai jang nini bahri
Ambu           :nini kamana wae tara nganjang kadieu
Nini              :nini mah tos teu kiat Indit jauh atuh da ambu,, ieu ge kadieu aya kapriyogian
Ambu           : aya kapriyogian naon nini teh?
Nini                    :  “Dadanguan teh bapak sareng ibu haji gaduh putra anu teu acan nikahnya?”
Ambu                  :  “Muhun. Putra abdi teh nembe uih ti Australia. Kuliah kitu. Kunaon kitu, Nin?”
Nini                    :  “Kaleresan, Kami gaduh incu anu tacan nikah.”
Ambu                  :  “Wah sae atuh. kumaha mun urang jodohkeun wae?”
Nini                    :  “Tah eta maksad kami teh? Saha nami putra Pak Haji?”
Abah                  :  “Raymond. Tah janten atuh nya. Langsung we urang tangtukeun tanggal lamarannana?”
Nini                    :  “Mangga atuh Pak Haji.”
Ambu                  :  “Hah, kumaha upami minggu payun? Soalna, minggu payunna, abdi sakulawarga bade ka Australi kanggo wisudaan Raymond.”
Nini                    :  “Langkung enggal langkung sae.”
Aranjeunna satuju yen aranjeunna bade ngajodokeun Raymond sareng Enuy.

bu Hj.Sobar ngusahakeun kanggo nepikeun ka anakna perkawis pajodoan ieu. Tangtu Raymond geuwat nolak sabab anjeunna tos ngagaduhan kabogoh.
Ray            :        “Alim pokona, Ambu.”
Ambu        :        “Teu bisa kitu jang. Kulawarga urang teh hutang budi ka kulawarga Nini Bahri. Abah teh bareto tos disalametkeun dina kacelakaan di deket walungan ku putrana Nini Bahri, Kang Dadang, dugi ka anjeunna palid tuluy pupus.”
Ray            :        “Hiji, Ujang teu terang saha jalmina. Kadua, Ujang tos kagungan kabogoh. Katilu.... Ah teu tiasa judah-jodoh atuh Bah. Da sanes zaman siti nurbaya ujang teh.”
Ambu        :        “Anjeun teh tos gaduh kabogoh? PUTUSKEUN. Pokona urang kedah ngawaler jasa kulawarga eta.”
Ray            :        “Saha kitu namina, ambu?”
Ambu        :        “Euleuh ambu hilap teu naros.”
Ray            :        “Pokona mah alim, Ambu.”

Teu lila ti poe harita, waktos Umi nuju riweuh nyandak balanjaan di pasar, aya hiji pamuda nu ngadeukeutan tuluy nawarkeun pami aya nu kedah di bantosan.
Ray            :        “Bade dibantosan, Mi.”
Umi           :        “Oh sawios. Umi tiasa nyalira.”
Ray            :        “Teu sawios da, Mi.”
Umi           :        (Gumujeng ningali Ray mangnyandakkeun balanjaannana)
Ray            :        “Bade kamana, Mi?”
Umi           :        “Bade uih. Dugi ka pangkalan ojeg ue nya, Jang. Eh ai kakasih Ujang saha?”
Ray            :        “Ray, Umi.”
Umi           :        “Oh Ray. Kacida bageurna. Cobi mun anak Umi tiasa nikah sareng Jang ray.”
Ray            :        “Ah Umi. Bisa wae heureuyna.”
Umi           :        “Eh, umi mah teu heureuy. Leres. Serius. Umi teh gaduh parawan anu teu acan nikah. Cobi wae upami putri Umi tiasa nikah sareng, Ujang.”
Ray            :        “Ah Umi. Eh mi, tos dugi.”
Umi           :        “Oh nuhun, jang Ray. Pami salse, ameng ka bumi umi nya. Caket kebon teh atanapi caket juragan angkot tea. ”
Ray            :        “Muhun, Mi.”
Ahirna Umi uih naek ojeg nyandak balanjaanna.

Saprak dugi di bumi, Umi langsung masihan terang ka Enuy yen Umi tos mendakan sosok pibojoeun nu tiasa janten caroge Enuy.
Enok          :        (Nuju ngakeul)
Umi           :        “Enuy. Nuy. Enuy!! Nok Enuy mana?”
Enok          :        “Di lebet Umi.”
Enuy         :        “Aya naon, Mi?”
Umi           :        “Tah geuning. Umi tos mendakan calon caroge kanggo Enuy.”
Enuy         :        “Saha Umi?”
Umi           :        “Namina Ray. Bageur teh. Tadi mantuan Umi nyandak balanjaan.”
Nini           :        (ujug-ujug datang). “eits. Teu bisa. Nini tos mendakan calon salaki jang Enuy. Anakna Pak H.Sobar, namina Raymond.”
Enok          :        “Teu bisa kitu atuh, Nin. Emangna muning maen ngawinkeun kitu wae. Kedah naros persetujuan Enuy heula atuh, Nin.”
Nini           :        “Maneh!! Cicing!! Neangan suami ge teu baleg rek mamatahan Kami!”
Enok          :        “Tong ngungkit-ngungkit nu lami atuh Nin!! Eta ma masa lalu!!”
Nini           :        “Ah cicing maneh!!”
Umi           :        “Nya mun umi mah kumaha Enuy ue. Asal Enuy bogoh mah. Nya mangga wae.”
Enuy         :        “Ah alim, Umi, Enin. Enuy mah tos gaduh kabogoh. Taros ue ka teh Enok.”
Enok          :        “Muhun, Umi. Jalmina oge bageur teh. Unggal poe sok jalan-jalan sareng Enuy pan.”
Umi           :        “wah? Saha namina saha namina?”
Enok          :        “Namina Ujang, Mi.”
Nini           :        “Ah namina oge tos ujang pasti hirupna balangsak!!”
Enuy         :        “Nya henteu atuh Nin. Nu penting mah Enuy bogoh ka kang Ujang.”
Nini           :        “Teu bisa!! Pokokna mah isukan kulawarga H.Sobar rek kadieu, rek ngalamar anjeun.”
Enuy         :        “Embung.”
Nini           :        “Enuy!!”
Enuy         :        “Embung.”
Nini           :        “Enuy!!”
Enuy         :        “Pokokna mah embung.embung.embung.”(ninggalkeun tempat)
Umi           :        “Enuy!!” (ngagorowok ngudag Enuy)

Di sisi sanesna....
Ambu        :        “Jang tong hilapnya, enjing acara lamaran tea.”
Ray            :        “Teu bisa dibatalkeun ambu?”
Ambu        :        “Teu tiasa Ujang.”
Ray            :        “Terus Enuy kumaha? Ujang teh tos bogoh pisan ka Enuy. Enuy oge sabalikna.”
Ambu        :        “Kieu nya jang. Ayeuna mah putuskeun we Enuy. Ujang kedah rumasa yen ujang teh anak lalaki abah jeung ambu hiji-hijina. Upami sanes ku ujang, ku saha deui eta hutang tiasa di bayar.”
Ray            :        “Nya atuh, ambu. Insya Alloh ujang usahakeun.”
Ambu        :        “Tong ngusahakeun-ngusahakeun sagala. Pokona mah, putusekeun eta Enuy. Anggap we enuy teh lain jodo ujang. Da jodo mah tos ditangtukeun ku Nu Kawasa, Jang.”
Ray            :        “Muhun ambu, Ujang siap. Ayeuna, ujang bade ka kebon teh heula nya, bah. Bade papendak sareng Enuy.”
Ambu        :        “Tong hilap. PUTUSKEUN.”
Ray            :        “Muhun, ambu.”

Raymond sareng Enuy ameng deui ka kebon enteh sapertos biasana. Raymond teu tega ngawartosan yen anjeunna dijodokeun. Raymond heuheureuyan we sareng Enuy. Dugi ka aranjeunna cape, tuluy Enuy nyaritakeun kaayaan nu nimpa anjeunna.
Enuy         :        “Terus ayeuna kumaha atuh, Kang?”
Ray            :        “Akang ge teu terang. Sabenerna mah akang oge di jodohkeun ku Abah.”
Enuy         :        “Euleuh sedih Enuy mah. Deui Enuy mah dilamarna enjing.”
Ray            :        “Akang ge bade ngalamar enjing.”
Enuy         :        “Euleuh beuki sedih. Terus akang narima?”
Ray            :        “Matakna abang kadieu teh, kieu nya. Apa ti Istri anu bade di lamar ku akang teh tos nulungan abah. Abah teh ngarasa hutang budi. Akang salaku anakna kedah ngabayar hutang eta.”
Enuy         :        “Jadi akang narima teu?”
Ray            :        “Hapunten Nuy. Akang salaku anakna mah narima we. Akang ge beurat narimana. Tapi da kumaha deui atuh.”
Enuy         :        “Terus Enuy kumaha, Akang?”
Ray            :        “Ayeuna mah Enuy tarima we yen Enuy teh sakedap deui bade dilamar. Meureun we urang mah teu jodo, Nuy.”
Enuy         :        “Tapi Enuy mah hoyong sareng akang.”
Ray            :        “Enuy. Hapunten akang teu tiasa nulungan. Da akang mah alim jadi anak durhaka.”
Enuy         :        “Terus jang naon atuh akang masih keneh ngajak Enuy ka dieu. Ngajak putus lain?”
Ray            :        “Hapunten, Nuy.”
Enuy         :        “Enuy geuleuh ka akang!!”(ninggalkeun kajadian)

Enjingna, acara lamaran diayakeun. Acara diayakeun sabasajan pisan. Tapi Enuy keukeuh teu narima perkawis pajodoan ini. Anjeunna tutuluyan ceurik, ngadu ka tetehnya perkawis pajodoan ieu. Sementawis di bumina bade berlangsung acara lamaran. H.Sobar sareng Raymond datang....
Nini           :        “Neng, tuh besan teh tos dongkap.”
Umi           :        “Mana, Nin?”
Nini           :        “Wilujeng sumping, Pa Haji.”
Abah        :        “Hatur nuhun.”
Nini           :        “Oh ieu nu namina Raymond teh? Kasepnya.”
Ray            :        “Enin.” (nyapa)
Umi           :        “RAY??”
Ray            :        “Umi?”
Umi           :        “Nin, geuning pibojoeun anu neng pilih teh sami sareng nu Enin pilih.”
Nini           :        “Enya atuh. Pilihan saha heula.”
Umi           :        “Mangga pak haji lebet.”
 Aranjeunna lebet....
Di ruang acara....
Ray            :        (tungkul nandaan sedih)
Ambu          :        “Ceu, punten, mana atuh putri euceu teh?”
Umi           :        “Aya nuju di kamar sareng ttehna.”
Nini           :        “Cik sauran, Neng.”
Umi           :        “Muhun atuh, Nin. Sakedapnya Pak Haji.”
Umi           :        “Enuy pibojoeun tos dugi, Nuy. Hayu atuh, geura kaluar Nuy.”(janten patung)
 (di kamar)
Enuy         :        “Enuy mah alim dijodo-jodokeun kieu teh, teteh.”
Enok          :        “Nya teteh oge teu tiasa ngalakukeun nanaon, Nuy.”
Enuy         :        (ceurik)
Entin             : atos teh atos,enging nangis wae. Merenan ieu jodoh kanggo teteh
Enuy             : manehmah teu ngarti tuda tin,teteh mah embung di jodohkeun
Enok          :        “Ai saur Ujang kumaha ceunah?”
Enuy         :        “Kang ujang oge teu tiasa nanaon. Da anjeunna oge dijodokeun ku apana ka anakna jalmi nu tos nulungan apana.”
Enok         :        “Sanes jodo meureun,  Nuy. Mugi we jalmi ieu tiasa janten jodo Enuy. Teu gagal sapertos teteh.”(saeutik ceurik sabari ngusapan mastaka Enuy)
Enuy         :        “Teteh...” (ngusap ci panon Rina)
Enok         :        “Teteh ge nikah sareng jalmi anu tteh cinta tapi...sangsaraaa Nuy.”
Enuy         :        “Teteh tong nangis.”
Enok         :        “Tos yu. Tos di sauran ku Umi.”
(Enuy, Rina kaluar ti kamar)
Umi           :        “Pibojoeun tos dugi. Hayu geulis.”
Enuy         :        (tungkul)
Enok         :        “Tos atuh tong sedih wae.” (ngaharewos)
Umi           :        “Tah ieu putri abdi nu geulis tea.”
Ray            :        “ENUY??”
Enok         :        “ANJEUN!!! Nuy, tingali saha calonna. Pibungaheun Enuy sigana mah.”
Enuy         :        “KANG UJANG??”
Umi           :        “Hidep silih kenal??”
Nini           :        “Tuh nya pinilih Enin mah pas wae.”
Ambu        :        “Oh jadi salami ieu teh kabogoh ujang teh Enuy budakna Ceu Mumun?”
Ray            :        “Sumuhun geuning, Bah. Tos lah tong lamaran sagala. Langsung ue nikah!!”
Enok         :        “Eits teu tiasa. Kedah ngaliwatan proses heula atuh Jang. Mani teu sabar.”
Ambu            :        “Tos nu penting mah hikmah na dina poe ieu, teu aya pihak nu dikorbankeun ku pajodoan ieu. Ayeuna mah mangga urang langsungkeun we ieu acara.”
Ahirnya, Raymond ngalamar Enuy. Gadis anu dijodokeun ku apana sakaligus kabogohna sorangan.

SELESAI